Penguatan Kapasitas Penyuluh, BBRMP Sulbar Gelar Sosialisasi CPCL dan Monitoring Kelompencapir
MAJENE-Balai Besar Penerapan Modernisasi pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) dalam rangka pengelolaan bantuan pemerintah Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap mekanisme pengusulan bantuan di sektor pertanian dan perkebunan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Wilayah/Kepala BBRMP Sulawesi Barat, Kepala Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Penyuluh CWS Provinsi selaku LO Kabupaten Majene, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Majene, perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Majene, seluruh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian tingkat kecamatan, serta seluruh Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Majene.
Kegiatan dilaksanakan secara Zoom Meeting dengan menghadirkan narasumber dari BBRMP Sulawesi Barat yang menyampaikan materi berdasarkan pedoman umum pengelolaan bantuan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa mekanisme usulan CPCL bantuan pemerintah dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu melalui penyuluh pertanian dan dinas daerah yang membidangi sektor pertanian. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara petugas lapangan dan pemerintah daerah dalam memastikan proses pengusulan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
CPCL merupakan tahapan krusial dalam proses penyaluran bantuan pemerintah yang mencakup identifikasi, verifikasi, dan validasi calon penerima maupun calon lokasi sebelum ditetapkan. Oleh karena itu, ketepatan data, kelengkapan administrasi, serta kesesuaian kondisi lapangan menjadi faktor utama dalam menjamin bantuan dapat tersalurkan secara efektif.
Selain sebagai forum sosialisasi juknis CPCL, kegiatan ini juga menjadi wadah monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kelompencapir sebagai salah satu tugas utama para penyuluh pertanian dalam meningkatkan pendampingan kepada petani. Melalui forum ini, para penyuluh didorong untuk terus aktif membangun komunikasi dengan petani, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas layanan penyuluhan di lapangan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman antar penyuluh, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi pertanian modern. Melalui media sosial, penyuluh dapat menyampaikan informasi teknologi pertanian, harga komoditas, program pemerintah, hingga solusi permasalahan lapangan secara lebih cepat dan luas kepada petani.
Melalui kegiatan ini, BBRMP Sulawesi Barat mendorong para penyuluh untuk terus meningkatkan kualitas pengusulan CPCL agar program bantuan pemerintah dapat berjalan optimal. Penyuluh diharapkan mampu mengawal seluruh tahapan mulai dari identifikasi, pendampingan kelompok tani, hingga penginputan data secara akurat dan tepat waktu.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, penguatan koordinasi di tingkat pelaksana, serta peningkatan kualitas pendampingan kepada petani, sehingga program bantuan pemerintah Tahun Anggaran 2026 di wilayah Sulawesi Barat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.(MN)